Senin, 27 November 2017

Perpustakaan Digital
1. Hakikat Perpustakaan Digital
Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008). Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi di dalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format
digital dengan cepat, tepat, dan akurat. Perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri,melainkan terkait dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagipengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak. Koleksi menekankan pada isi informasi, jenisnya dari dokumen tradisional sampai hasil penelusuran. Perpustakaan ini melayani mesin, manajer informasi, dan pemakai informasi. Semuanya ini demi mendukung manajemen koleksi, menyimpan, pelayanan bantuan penelusuran informasi.
Lesk (dalam Pendit, 2007) memandang perpustakaan digital secara sangat umum sebagai semanat-mata kumpulan informasi digital yang tertata. Arms (dalam Pendit, 2000) memperluas sedikitnya dengan menambahkan bahwa koleksi tersebut disediakan sebagai
jasa dengan memanfaatkan jaringan informasi.
Sismanto (2008) juga mengungkapkan bahwa gagasan pe
rpustakaan digital ini diikuti Kantor Kementerian Riset dan Teknologi dengan program Perpustakaan Digital yang diarahkan memberi kemudahan akses dokumentasi data ilmiah dan teknologi dalam
bentuk digital secara terpadu dan lebih dinamis. Upaya ini dilaksanakan untuk mendokumentasikan berbagai produk intelektual seperti tesis, disertasi, laporan penelitian, dan juga publikasi kebijakan. Kelompok sasaran program ini adalah unit dokumentasi dan informasi skala kecil yang ada di kalangan institusi pemerintah, dan juga difokuskan pada lembaga pemerintah dan swasta yang mempunyai informasi spesifik seperti kebun raya, kebun binatang, dan museum. Perbedaan ”perpustakaan biasa” dengan ”perpustakaan digital” terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak harus berada di sebuah tempat fisik, sedangkan koleksi biasa terletak pada sebuah tempat yang menetap, yaitu perpustakaan. Perbedaan kedua terlihat dari konsepnya. Konsep perpustakaan digital identik dengan internet atau kompoter, sedangkan konsep perpustakaan biasa adalah buku-buku yang terletak pada suatu tempat. Perbedaan ketiga, perpustakaan digital bisa dinikmati pengguna dimana saja dan kapan saja, sedangkan pada perpustakaan biasa pengguna menikmati di perpustakaan dengan jam-jam yang telah diatur oleh kebijakan organisasi perpusakaan.
2. Dasar Pemikiran Perpustakaan Digital
Ada beberapa hal yang mendasari pemikiran tentang perlunya dilakukannya digitasi perpustakaan adalah sebagai berikut:
a) Perkembangan teknologi informasi di Komputer semakin membuka peluang-peluang baru bagi pengembangan teknologi informasi perpustakaan yang murah dan mudah diimplementasikan oleh perpustakaan di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini teknologi informasi sudah menjadi keharusan bagi perpustakaan di Indonesia, terlebih untuk mengahadapi tuntutan kebutuhan bangsa Indonesia sebuah masyarakat yang berbasis pengetahuan - terhadap informasi di masa mendatang.
b) Perpustakaan sebagai lembaga edukatif, informatif, preservatif dan rekreatif yangditerjemahkan sebagai bagian aktifitas ilmiah, tempat penelitian, tempat pencarian data/informasi yang otentik, tempat menyimpan, tempat penyelenggaraan seminar dan diskusi ilmiah, tempat rekreasi edukatif, dan kontemplatif bagi masyarakat luas. Maka perlu didukung dengan sistem teknologi informasi masa kini dan masa yang akan datang yang sesuai kebutuhan untuk mengakomodir aktifitas tersebut, sehingga informasi dari seluruh koleksi yang ada dapat diakses oleh berbagai pihak yang membutuhkannya dari dalam maupun luar negeri.
c) Dengan fasilitas digitasi perpustakaan, maka koleksi-koleksi yang ada dapat dibaca/dimanfaatkan oleh masyarakat luas baik di Indonesia, maupun dunia internasional.
d) Volume pekerjaan perpustakaan yang akan mengelola puluhan ribu hingga ratusan ribu, bahkan bisa jutaan koleksi, dengan layanan mencakup masyarakat sekolah (peserta didik, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas), sehingga perlu didukung dengan otomasi yang futuristik (punya jangkauan kedepan), sehingga selalu dapat mempertahanan layanan yang prima.
e) Saat ini sudah banyak perpustakaan, khususnya di perguruan tinggi dengan kemampuan dan inisiatifnya sendiri telah merintis pengembangan teknologi informasi dengan mendigitasi perpustakaan (digital library) dan library automation yang saat ini sudah mampu membuat Jaringan Perpustakaan Digital Nasional (Indonesian Digital Library Network).
f) Awal adanya perpustakaan digital di Indonesia adalah eksperimen sekelompok orang diperpustakaan pusat Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka memprakarsai Jaringan Perpustakaan Digital Indonesia bekerja sama dengan Computer Network Research Group (CNRG) dan Knowledge Management Research Group (KMRG). Proyek ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menumbuhkan semangat berbagi pengetahuan antar pendidikan tinggi dan lembaga penelitian melalui pengembangan jaringan nasional perpustakaan. Proyek kecil ini kemudian mendapat sambutan positif dari berbagai pihak sehingga marak. Perpustakaan yang beralamat di www.indonesiadln.org itu melibatkan seratus lembaga lebih untuk menjadi mitra dalam penyebaran pengetahuan berupa koleksi file digital melalui jaringan internet. Para anggota, di antaranya Litbang Depkes, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Magister Manajemen (MM ITB), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Cendrawasih (Uncen), Papua, Universitas Tadulako (Untan), Sulawesi Tengah, dan Universitas Yarsi, Jakarta, aktif melakukan tukar-menukar data.
3. Keunggulan dan Kelemahan Perpustakaan Digital Beberapa keunggulan perpustakaan digital diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama,long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun. Kedua, akses yang mudah. Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama. Ketiga, murah (cost efective). Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku. Keempat,mencegah duplikasi dan plagiat. Perpustakaan digital lebih “aman”, sehingga tidak akan mudah untuh diplagiat. Bila penyimpanan koleksi perpustakaan menggunakan format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca oleh pengguna, tanpa bisa mengeditnya. Kelima, publikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital, karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuan internet. Selain keunggulan, perpustakaan digital juga memiliki kelemahan. Pertama, tidak semua pengarang mengizinkan karyanya didigitalkan. Pastinya, pengarang akan berpikir-pikir tentang royalti yang akan diterima bila kary nya didigitalkan. Kedua, masih banyak masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi. Apalagi, bila perpustakaan digital ini dikembangkan dalam perpustakaan di pedesaan. Ketiga, masih sedikit pustakawan yang Pustakawan Perpustakaan UM, October 09 Page: 8 belum mengerti tentang tata cara mendigitalkan koleksi perpustakaan. Itu artinya butuh sosialisasi dan penyuluhan tentang perpustakaan digital.
4. Proses Perpustakaan Digital Suryandari (2007) mengungkapkan proses digitalisasi yang dibedakan menjadi tiga kegiatan utama, yaitu:
a) Scanning, yaitu proses memindai (men-scan) dokumen dalam bentuk cetak dan mengubahnya ke dalam bentuk berkas digital. Berkas yang dihasilkan dalam contoh ini adalah berkas PDF.
b) Editing, adalah proses mengolah berkas PDF di dalam komputer dengan cara memberikan password, watermark, catatan kaki, daftar isi,hyperlink, dan sebagainya. Kebijakan mengenai hal-hal apa saja yang perlu diedit dan dilingdungi di dalam berkas tersebut disesuaikan dengan kebijakan yang telah ditetapkan perpustakaan. Proses OCR (Optical Character Recognition) dikategorikan pula ke dalam pross editing. OCR adalah sebuah proses yang mengubah gambar menjadi teks. Sebagai contoh, jika kita memindai sebuah halaman abstrak tesis, maka akan dihasilkan sebuah berkas PDF dalam bentuk gambar. Artinya, berkas tersebut tidak dapat dioleh dengan program pengolahan kata.
c)Uploading, adalah proses pengisian (input) metadata dan meng-upload berkas dokumen tersebut ke digital library. Berkas yang di-upload adalah berkas PDF yang berisi full text karya akhir dari mulai halaman judul hingga lampiran, yang telahmelalui proses editing. Di bagian akhir, ada dua buah server. Server pertama yaitu sebuah server yang berhubungan dengan intranet, berisi seluruh metadata dan full text karya akhir yang dapat diakses oleh seluruh pengguna di dalam Local Area Network (LAN) perpustakaan yang bersangkutan. Sedangkan server kedua adalah sebuah server yang terhubung ke internet, berisi metadata dan abstrak karya tersebut. Pemisahan kedua server ini bertujuan untuk keamanan data. Dengan demikian, full tekt sebuah karya hanya dapat diakses dari LAN, sedangkan melalui internet, sebuah karya hanya dapat diakses abstraknya saja.
5. Infrastruktur Perpustakaan Digital Berikut ini akan dijelaskan beberapa infrastruktur perpustakaan digital. Kebutuhan dalam perpustakaan digital adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan komputer sebagai elemen-elemen penting infrastruktur sebuah perpustakaan digital. Perangkat utama yang diperlukan dalam perpustakaan digital adalah komputer personal (PC), internet ( inter-networking ), dan world wide web (WWW). Ketiga hal tersebut memungkinkan adanya perpustakaan digital. Perpustakaan digital juga memerlukan sistem informasi. Sucahyo dan Ruldeviyani (2007) mengungkapkan bahwa ada tiga elemen penting yang diperlukan dalam pengembangan sistem informasi, yaitu pernagkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia (brainware). Perangkat keras yang dimaksud adalah sebagai berikut: (1) Web server, yaitu server yang akan melayani permintaan-permintaan layanan web page dari para pengguna internet;
(2) Database server , yaitu jantung sebuah perpustakaan digital karena di sinilah keseluruhan koleksi disimpan;
(3) FTP server, yaitu untuk melakukan kirim/terima berkas melalui jaringan komputer;
(4) Mail server, yaitu server yang melayani segala sesuatu yang berhubungan dengan surat elektronik (e-mail);
(5) Printer server, yaitu untuk menerima permintaan-permintaan pencetakan, mengatur antriannya, dan memprosesnya;
(6) Proxy server , yaitu untuk pengaturan keamanan penggunaan internet dari pemakai-pemakai yang tidak berhak dan juga dapat digunakan untuk membatasi ke situs-situs yang tidak diperkenankan. Perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah Apache yang bersifat open source (bebas terbuka-gratis). Untuk yang mengunakan Microsoft, terdapat perangkat lunak untuk web server yaitu IIS (Internet Information Sevices). Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam sistem informasi ini adalah (1) Database Administrator, yaitu penanggungjawab kelancaran basis data, (2) Network Administrator, yaitu penanggungjawab kelancaran operasional jaringan komputer, (3) System Administrator,yaitu penanggungjawab siapa saja yang berhak mengakses sistem, (4) Web Master, yaitu penjaga agar website beserta seluruh halaman yang ada di dalamnya tetap beroperasi sehingga bisa diakses oleh pengguna, dan (5) Web Designer , yaitu penanggungjawab rancangan tampilan website sekaligus mengatus isi website.
D. Penutup
Perpustakaan adalah suatu organisasi yang bertugas mengumpulkan informasi, mengolah, menyajikan, dan melayani kebutuhan informasi bagi pemakai perpustakaan. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa perpustakaan adalah suatu organisasi, artinya perpustakaan merupakan suatu badan yang di dalamnya terdapat sekelompok orang yang bertanggung jawab mengatur dan mengendalikan perpustakaan. Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tesebut melalui perangkat digital. Tumbuhnya perpustakaan digital disebabkan oleh beberapa pemikiran. Perpustakaan digital juga memliki kelemahan dan keunggulan. Selain itu, pembentukan perpustakaan digital melewati beberapa proses, yaitu scanning, editing, dan uploading.Kebutuhan dalam perpustakaan digital adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan komputer sebagai elemen-elemen penting infrastruktur sebuah perpustakaan digital. Namun, perangkat utama yang diperlukan dalam perpustakaan digital adalah komputer personal (PC), internet (inter-networking), dan world wide we (WWW). Ketiga hal tersebut memungkinkan adanya perpustakaan digital. Perbedaan ”perpustakaan biasa” dengan ”perpustakaan digital” terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak harus berada di sebuah tempat fisik, sedangkan koleksi biasa terletak pada sebuah tempat yang menetap, yaitu perpustakaan. Perbedaan kedua terlihat dari konsepnya. Konsep perpustakaan digital identik dengan internet atau kompoter, sedangkan konsep perpustakaan biasa adalah buku-buku yang terletak pada suatu tempat. Perbedaan ketiga, perpustakaan digital bisa dinikmati pengguna dimana saja dan kapan saja, sedangkan pada perpustakaan biasa pengguna menikmati di perpustakaan dengan jam-jam yang telah diatur oleh kebijakan organisasi
Perpustakaan Digital
1. Hakikat Perpustakaan Digital
Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tersebut melalui perangkat digital (Sismanto, 2008). Layanan ini diharapkan dapat mempermudah pencarian informasi didalam koleksi obyek informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat, dan akurat. Perpustakaan digital itu tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber-sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagipengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumenelektronik pengganti bentuk cetak saja, ruang lingkup koleksinya malah sampai pada
artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak. Koleksi menekankan pada isi informasi, jenisnya dari dokumen tradisional sampai hasil penelusuran. Perpustakaan ini melayani mesin, manajer informasi, dan pemakai informasi. Semuanya ini demi mendukung manajemen koleksi, menyimpan, pelayanan bantuan penelusuran informasi.Lesk (dalam Pendit, 2007) memandang perpustakaan digital secara sangat umum sebagai semanat-mata kumpulan informasi digital yang tertata. Arms (dalam Pendit, 2000) memperluas sedikitnya dengan menambahkan bahwa koleksi tersebut disediakan sebagai
jasa dengan memanfaatkan jaringan informasi.Sismanto (2008) juga mengungkapkan bahwa gagasan perpustakaan digital ini diikuti Kantor Kementerian Riset dan Teknologi dengan program Perpustakaan Digital yang diarahkan memberi kemudahan akses dokumentasi data ilmiah dan teknologi dalambentuk digital secara terpadu dan lebih dinamis. Upaya ini dilaksanakan untuk mendokumentasikan berbagai produk intelektual seperti tesis, disertasi, laporan penelitian,dan juga publikasi kebijakan. Kelompok sasaran program ini adalah unit dokumentasi dan informasi skala kecil yang ada di kalangan institusi pemerintah, dan juga difokuskan pada lembaga pemerintah dan swasta yang mempunyai informasi spesifik seperti kebun raya,kebun binatang, dan museum.
Perbedaan ”perpustakaan biasa” dengan ”perpustakaan digital” terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak harus berada di sebuah tempat fisik, sedangkan koleksi biasa terletak pada sebuah tempat yang menetap, yaitu perpustakaan. Perbedaan kedua terlihat dari konsepnya. Konsep perpustakaan digital identik dengan internet atau kompoter, sedangkan konsep perpustakaan biasa adalah buku-buku yang terletak pada suatu tempat. Perbedaan ketiga, perpustakaan digital bisa dinikmati pengguna dimana saja dan kapan saja, sedangkan pada perpustakaan biasa pengguna menikmati di perpustakaan dengan jam-jam yang telah diatur oleh kebijakan organisasi perpusakaan. 
 
2. Dasar Pemikiran Perpustakaan Digital
Ada beberapa hal yang mendasari pemikiran tentang perlunya dilakukannya digitasi perpustakaan adalah sebagai berikut:
a) Perkembangan teknologi informasi di Komputer semakin membuka peluang-peluang baru bagi pengembangan teknologi informasi perpustakaan yang murah dan mudah diimplementasikan oleh perpustakaan di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini teknologi informasi sudah menjadi keharusan bagi perpustakaan di Indonesia, terlebih untukmengahadapi tuntutan kebutuhan bangsa Indonesia sebuah masyarakat yang berbasis pengetahuan - terhadap informasi di masa mendatang.
b) Perpustakaan sebagai lembaga edukatif, informatif, preservatif dan rekreatif yang diterjemahkan sebagai bagian aktifitas ilmiah, tempat penelitian, tempat pencarian data/informasi yang otentik, tempat menyimpan, tempat penyelenggaraan seminar dan diskusi ilmiah, tempat rekreasi edukatif, dan kontemplatif bagi masyarakat luas. Maka perlu didukung dengan sistem teknologi informasi masa kini dan masa yang akan datang yang sesuai kebutuhan untuk mengakomodir aktifitas tersebut, sehingga informasi dari seluruh koleksi yang ada dapat diakses oleh berbagai pihak yang membutuhkannya dari dalam maupun luar negeri.
  c) Dengan fasilitas digitasi perpustakaan, maka koleksi-koleksi yang ada dapatdibaca/dimanfaatkan oleh masyarakat luas baik di Indonesia, maupun duniainternasional.
 d) Volume pekerjaan perpustakaan yang akan mengelola puluhan ribu hingga ratusanribu, bahkan bisa jutaan koleksi, dengan layananmencakup masyarakat sekolah
(peserta didik, tenaga kependidikan, dan masyarakat
luas), sehingga perlu didukung
dengan
sistem
otomasi
yang futuristik (punya jangkauan kedepan), sehingga
selalu
dapat mempertahanan layanan yang prima.
e) Saat ini sudah banyak perpustakaan, khususnya
di perguruan tinggi dengan
kemampuan dan inisiatifnya sendiri telah merintis p
engembangan teknologi informasi
dengan mendigitasi perpustakaan (
digital library
) dan
library automation
yang saat ini
sudah mampu membuat Jaringan Perpustakaan Digital N
asional (
Indonesian Digital
Library Network)
.
Pustakawan Perpustakaan UM, October 09
Page: 7
f) Awal adanya perpustakaan digital di Indonesia
adalah eksperimen sekelompok orang di
perpustakaan pusat Institut Teknologi Bandung (ITB)
. Mereka memprakarsai Jaringan
Perpustakaan Digital Indonesia bekerja sama dengan
Computer Network Research
Group (CNRG)
dan
Knowledge Management Research Group
(KMRG). Proyek ini
dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan ting
gi, menumbuhkan semangat
berbagi pengetahuan antar pendidikan tinggi dan lem
baga penelitian melalui
pengembangan jaringan nasional perpustakaan. Proyek
kecil ini kemudian mendapat
sambutan positif dari berbagai pihak sehingga marak
. Perpustakaan yang beralamat di
www.indonesiadln.org itu melibatkan seratus lembaga
lebih untuk menjadi mitra
dalam penyebaran pengetahuan berupa koleksi file di
gital melalui jaringan internet.
Para anggota, di antaranya Litbang Depkes, Universi
tas Muhammadiyah Malang
(UMM), Magister Manajemen (MM ITB), Institut Agama
Islam Negeri (IAIN),
Universitas Cendrawasih (Uncen), Papua, Universitas
Tadulako (Untan), Sulawesi
Tengah, dan Universitas Yarsi, Jakarta, aktif melak
ukan tukar-menukar data.
3. Keunggulan dan Kelemahan Perpustakaan Digital
Beberapa keunggulan perpustakaan digital diantarany
a adalah sebagai berikut.
Pertama,
long distance service
, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bis
a
menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun
. Kedua,
akses yang mudah
.
Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding den
gan perpustakaan konvensional,
karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan menc
ari di katalog dengan waktu yang
lama. Ketiga,
murah (cost efective)
. Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya
.
Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah diba
ndingkan dengan membeli buku.
Keempat,
mencegah duplikasi dan plagiat
. Perpustakaan digital lebih “aman”, sehingga
tidak akan mudah untuh diplagiat. Bila penyimpanan
koleksi perpustakaan menggunakan
format PDF, koleksi perpustakaan hanya bisa dibaca
oleh pengguna, tanpa bisa
mengeditnya. Kelima,
publikasi karya secara global
. Dengan adanya perpustakaan digital,
karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke s
eluruh dunia dengan bantuan internet.
Selain keunggulan, perpustakaan digital juga memili
ki kelemahan. Pertama,
tidak
semua pengarang mengizinkan karyanya didigitalkan
. Pastinya, pengarang akan berpikir-
pikir tentang royalti yang akan diterima bila karya
nya didigitalkan. Kedua,
masih banyak
masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi
. Apalagi, bila perpustakaan digital ini
dikembangkan dalam perpustakaan di pedesaan. Ketiga
,
masih sedikit pustakawan yang
Pustakawan Perpustakaan UM, October 09
Page: 8
belum mengerti tentang tata cara mendigitalkan kole
ksi perpustakaan
. Itu artinya butuh
sosialisasi dan penyuluhan tentang perpustakaan dig
ital.
4. Proses Perpustakaan Digital
Suryandari (2007) mengungkapkan proses digitalisasi
yang dibedakan menjadi tiga
kegiatan utama, yaitu:
a)
Scanning
, yaitu proses memindai (men-
scan
) dokumen dalam bentuk cetak dan
mengubahnya ke dalam bentuk berkas digital. Berkas
yang dihasilkan dalam contoh
ini adalah berkas PDF.
b)
Editing
, adalah proses mengolah berkas PDF di dalam komput
er dengan cara
memberikan
password, watermark
, catatan kaki, daftar isi,
hyperlink
, dan sebagainya.
Kebijakan mengenai hal-hal apa saja yang perlu died
it dan dilingdungi di dalam
berkas tersebut disesuaikan dengan kebijakan yang t
elah ditetapkan perpustakaan.
Proses OCR (
Optical Character Recognition
) dikategorikan pula ke dalam pross
editing. OCR adalah sebuah proses yang mengubah gam
bar menjadi teks. Sebagai
contoh, jika kita memindai sebuah halaman abstrak t
esis, maka akan dihasilkan sebuah
berkas PDF dalam bentuk gambar. Artinya, berkas ter
sebut tidak dapat dioleh dengan
program pengolahan kata.
c)
Uploading
, adalah proses pengisian (
input
) metadata dan meng-
upload
berkas
dokumen tersebut ke digital library. Berkas yang di
-
upload
adalah berkas PDF yang
berisi
full text
karya akhir dari mulai halaman judul hingga lampir
an, yang telah
melalui proses editing.
Di bagian akhir, ada dua buah server. Server pertam
a yaitu sebuah server yang
berhubungan dengan intranet, berisi seluruh metadat
a dan full text karya akhir yang dapat
diakses oleh seluruh pengguna di dalam
Local Area Network
(LAN) perpustakaan yang
bersangkutan. Sedangkan server kedua adalah sebuah
server yang terhubung ke internet,
berisi metadata dan abstrak karya tersebut. Pemisah
an kedua server ini bertujuan untuk
keamanan data. Dengan demikian, full tekt sebuah ka
rya hanya dapat diakses dari LAN,
sedangkan melalui internet, sebuah karya hanya dapa
t diakses abstraknya saja.
5. Infrastruktur Perpustakaan Digital
Berikut ini akan dijelaskan beberapa infrastruktur
perpustakaan digital. Kebutuhan
dalam perpustakaan digital adalah perangkat keras,
perangkat lunak, dan jaringan
komputer sebagai elemen-elemen penting infrastruktu
r sebuah perpustakaan digital.
Pustakawan Perpustakaan UM, October 09
Page: 9
Perangkat utama yang diperlukan dalam perpustakaan
digital adalah komputer
personal (PC), internet (
inter-networking
), dan
world wide web
(WWW). Ketiga hal
tersebut memungkinkan adanya perpustakaan digital.
Perpustakaan digital juga memerlukan sistem informa
si. Sucahyo dan Ruldeviyani
(2007) mengungkapkan bahwa ada tiga elemen penting
yang diperlukan dalam
pengembangan sistem informasi, yaitu pernagkat kera
s (hardware), perangkat lunak
(software), dan manusia (brainware).
Perangkat keras yang dimaksud adalah sebagai beriku
t: (1)
Web server
, yaitu server
yang akan melayani permintaan-permintaan layanan
web page
dari para pengguna internet;
(2)
Database server
, yaitu jantung sebuah perpustakaan digital karena
di sinilah
keseluruhan koleksi disimpan; (3)
FTP server
, yaitu untuk melakukan kirim/terima berkas
melalui jaringan komputer; (4)
Mail server
, yaitu server yang melayani segala sesuatu
yang berhubungan dengan surat elektronik (e-mail);
(5)
Printer server
, yaitu untuk
menerima permintaan-permintaan pencetakan, mengatur
antriannya, dan memprosesnya;
(6)
Proxy server
, yaitu untuk pengaturan keamanan penggunaan intern
et dari pemakai-
pemakai yang tidak berhak dan juga dapat digunakan
untuk membatasi ke situs-situs yang
tidak diperkenankan.
Perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah
Apache yang bersifat open
source (bebas terbuka-gratis). Untuk yang mengunaka
n Microsoft, terdapat perangkat
lunak untuk
web server
yaitu IIS
(Internet Information Sevices)
.
Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam sistem in
formasi ini adalah (1)
Database Administrator,
yaitu penanggungjawab kelancaran basis data,
(2) Network
Administrator,
yaitu penanggungjawab kelancaran operasional jaring
an komputer,
(3)
System Administrator,
yaitu penanggungjawab siapa saja yang berhak menga
kses sistem,
(4) Web Master,
yaitu penjaga agar
website
beserta seluruh halaman yang ada di dalamnya
tetap beroperasi sehingga bisa diakses oleh penggun
a, dan
(5) Web Designer
, yaitu
penanggungjawab rancangan tampilan
website
sekaligus mengatus isi
website
.
D.
Penutup
Perpustakaan adalah suatu organisasi yang bertugas
mengumpulkan informasi,
mengolah, menyajikan, dan melayani kebutuhan inform
asi bagi pemakai perpustakaan.
Dari pengertian tersebut terlihat bahwa perpustakaa
n adalah suatu organisasi, artinya
perpustakaan merupakan suatu badan yang di dalamnya
terdapat sekelompok orang yang
bertanggung jawab mengatur dan mengendalikan perpus
takaan.
Pustakawan Perpustakaan UM, October 09
Page: 10
Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memi
liki berbagai layanan dan
obyek informasi yang mendukung akses obyek informas
i tesebut melalui perangkat digital.
Tumbuhnya perpustakaan digital disebabkan oleh bebe
rapa pemikiran. Perpustakaan
digital juga memliki kelemahan dan keunggulan. Sela
in itu, pembentukan perpustakaan
digital melewati beberapa proses, yaitu
scanning, editing
, dan
uploading
.
Kebutuhan dalam perpustakaan digital adalah perangk
at keras, perangkat lunak, dan
jaringan komputer sebagai elemen-elemen penting inf
rastruktur sebuah perpustakaan
digital. Namun, perangkat utama yang diperlukan dal
am perpustakaan digital adalah
komputer personal (PC), internet (
inter-networking
), dan
world wide web
(WWW). Ketiga
hal tersebut memungkinkan adanya perpustakaan digit
al.
Perbedaan ”perpustakaan biasa” dengan ”perpustakaan
digital” terlihat pada
keberadaan koleksi. Koleksi digital tidak harus ber
ada di sebuah tempat fisik, sedangkan
koleksi biasa terletak pada sebuah tempat yang mene
tap, yaitu perpustakaan. Perbedaan
kedua terlihat dari konsepnya. Konsep perpustakaan
digital identik dengan internet atau
kompoter, sedangkan konsep perpustakaan biasa adala
h buku-buku yang terletak pada
suatu tempat. Perbedaan ketiga, perpustakaan digita
l bisa dinikmati pengguna dimana saja
dan kapan saja, sedangkan pada perpustakaan biasa p
engguna menikmati di perpustakaan
dengan jam-jam yang telah diatur oleh kebijakan org
anisasi perpusaka

Perpustakaan Digital 1. Hakikat Perpustakaan Digital Perpustakaan Digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan ...